1. Penggemar Heavy Metal ternyata sosok yang lembut dan kreatif

Pakar psikologi musik Adrian North, Ph.D, melakukan penelitian selama tiga tahun dengan menghubungkan preferensi musik dan ciri-ciri kepribadian lebih dari 36.000 peserta. Ia menemukan penggemar heavy metal adalah orang-orang yang perasaannya ‘halus’. Pada dasarnya mereka memiliki kemiripan dengan penggemar musik klasik, hanya saja cenderung lebih muda.

2. Pecinta musik klasik itu si pintar

Reflektif dan kompleks adalah deskripsi sempurna untuk musik klasik dan orang-orang yang mendengarkannya. Menurut penelitian North, pecinta musik klasik biasanya kreatif, introvert, dan menunjukkan harga diri yang tinggi. Bagi mereka, merasakan sensasi pengalaman mendengarkan musik klasik tak ubahnya seperti menonton pertunjukan teater yang megah. Meski begitu, mereka bukan orang yang menutup diri untuk bergaul dengan fans musik metal, bahkan bisa saja cocok.

Penelitian menemukan bahwa murid yang menyukai musik klasik seperti Beethoven, memiliki nilai sekolah yang rata-rata lebih tinggi ketimbang siswa penggemar musik lain. Sedangkan siswa dengan nilai terendah merujuk pada penggemar hip hop. Tapi jangan jadikan ini sebagai hal yang mengubah selera bermusikmu, ya. Bebas, kok.

3. Penggemar hip hop orang yang ekstrovert

Seperti karakteristik musik hip hop yang enerjik dan kaya irama, penggemar hip-hop menikmati aspek-aspek sosial dalam musik. Misalnya menari, bernyanyi bersama, dan suka membagi musiknya dengan orang lain ketimbang memenjarakannya dalam sepasang headphone. Sebagaimana rapper, penggemar hip-hop dinilai sebagai sosok ekstrovert dan memiliki harga diri yang tinggi, dalam penelitian North. Studi lain menunjukkan bahwa penggemar rap memiliki kualitas yang sama dengan Kanye West yang dikenal sebagai “blirtatiousness”, yaitu kecenderungan untuk segera mewujudkan apa yang ada dalam pikiran mereka.

4. Penggemar pop kurang kreatif tapi mudah bergaul

Penggemar musik pop digambarkan sebagai sosok yang kurang kreatif dibandingkan dengan penikmat aliran musik lainnya. Meski begitu, mereka adalah orang yang mudah bergaul, terbuka, dan memiliki harga diri (self esteem) yang tinggi. Mereka juga menggunakan musik untuk mengatur suasana hati.

5. Fans musik rock adalah orang yang ramah tapi egois

Penggemar rock klasik umumnya mau bekerja keras, tapi merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Mereka juga cenderung lebih egois daripada pendengar musik lain. Sama halnya dengan teman-teman mereka pecinta musik pop, fans musik rock juga menggunakan musik untuk mendongkrak suasana hati. Lagu-lagu mereka biasanya memiliki kaitan dengan pengalaman emosional.

Selain itu, penggemar musik rock indie biasanya cenderung kreatif dan terbuka pada pengalaman baru, tetapi harga diri dan etika kerja mereka rendah. Sedangkan penikmat punk rock yang intens, memiliki kepribadian yang enerjik tapi rendah empati.

6. Penggemar folk, jazz, dan blues adalah pemikir yang mendalam (deep thinker)

Hampir sama dengan fans musik klasik, pendengar genre musik folk, jazz, dan blues adalah orang-orang yang reflektif, berpikiran terbuka, dan sangat kreatif. Mereka menggunakan musik untuk melatih otak. Jika Anda bermain improvisasi jazz, Anda bahkan dapat memicu otak untuk membuka ‘simpul’ kreativitas baru.